Impor Pangan Boleh Asal Tak Berkelanjutan

Budayakan Hasil Pangan dalam Negeri

Tema: Stop Impor Pangan

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia pernah menjadi negara pengekspor beras terbesar ketiga dunia setelah China dan India. Dalam konteks pertanian umum, Indoesia memiliki potensi yang luar biasa.

Kelapa sawit, karet, dan coklat produksi Indonesia mulai bergerak menguasai pasar dunia. Produksi beras Indonesia yang begitu tinggi belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya yang makin meningkat setiap tahunnya. Akibatnya Indonesia masih harus mengimpor beras dari negara penghasil pangan lainnya, contohnya seperti Thailand.

Impor Pangan Boleh Asal Tak Berkelanjutan
Impor Pangan Boleh Asal Tak Berkelanjutan, Ilustrasi foto bongkarmuat barang (sumber harianhaluan.com)

Kepadatan penduduk di Indonesia yang makin meningkat setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan pangan semakin bertambah. Salah satunya ialah beras sebagai bahan pokok kebutuhan masyarakat Indonesia, selain beras ada kebutuah lain seperti tepung terigu.

Huru-hara soal meningkatnya impor beras yang pernah terjadi menunjukkan ada yang meyimpang dari kebijakan pemerintah. Seperti yang pernah diberitakan dalam masa  menjelang panen raya, pemerintah justru mengimpor beras. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, impor 500.000 ton dengan alasan sendiri. Impor beras membuat petani menderita. Pasar yang banjir dipastikan membuat harga beras petani bakal hancur. Itulah sebabnya banyak kepala daerah terang-terang menolak masuknya beras impor. Pasalnya, panen raya di daerah mereka sebentar lagi berlangsung. Mereka tidak mau petani yang mestinya gembira saat panen, malah jadi berduka karena harga beras mereka. 

Dengan demikian impor beras yang dilakukan pemerintah saat ini cenderung merugikan petani. Kebijakan impor beras ini akan mendorong spekulan dan pedagang padi menurunkan harga pembelian padi petani. Untuk itu kita berharap pemerintah menunda impor beras yang pelaksanaannya hampir bersamaan dengan waktu panen raya. Sebaliknya pemerintah menjamin petani bisa menikmati keuntungan dalam menanam padi. Memastikan petani menerima harga pembelian padi yang layak. Jika kondisi ini terwujud maka petani akan tetap antusias menanam padi.

One comment

Leave a Reply to Sekedar Cuplikan Padatnya Aktifivas Pak e Thole - Gagasan Civitas Akademika UMBY Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *