penyalahgunaan narkoba

Artikel : Hindari Narkoba Untuk Masa Depan Yang Lebih Cerah

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, psikotropika, dan obat terlarang yang berbahaya. Narkoba memang sangat merugikan bagi para penggunanya. Banyak orang yang meninggal dikarenakan mengonsumsi narkoba, padahal sudah banyak orang yang tahu akibat dari mengonsumsi narkoba mulai dari terserang berbagai penyakit hingga kematian, tetapi bagi orang yang sudah kecanduan maka orang tersebut akan terus mengonsumsi narkoba dan tidak peduli akibatnya.

Ada juga orang yang awalnya hanya coba-coba tetapi menjadi ketergantungan, lalu ia menyadari bahwa narkoba itu berbahaya maka orang tersebut akan direhabilitasi agar tidak lagi menjadi pecandu narkoba.

Memang dasarnya narkoba mudah didapatkan karena sudah tersebar di seluruh dunia dan dijual oleh oknum-oknum yang sudah ahli dalam menjualnya juga sangat rapi sehingga tidak diketahui oleh aparat hukum. Pembelinya pun juga tidak mengenal umur, ras, golongan, maupun agama. Walaupun harganya cukup mahal tapi para pengguna narkoba akan tetap membelinya dan jika tidak ada uang maka para pengguna narkoba akan mencari cara bagaimana ia bisa mendapat uang tidak peduli bagaimana caranya, yang penting ia bisa membeli narkoba tersebut. Narkoba di satu sisi merupakan benda yang sangat berbahaya dan harus dihindari tetapi disisi lain narkoba merupakan salah satu jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

Narkoba dipakai hanya untuk kenikmatan sementara dan menghindari dari masalah yang sedang dihadapi. Zaman sekarang para remaja dapat sangat mudah dipengaruhi, awalnya Bermula dari rasa ingin tahu, dan ada yang mengajaknya serta mudah putus asa sehingga mudah jatuh ke perbuatan yang menyimpang. Awalnya ia berpikir bahwa kalau hanya coba-coba saja tidak mungkin kecanduan atau ketagihan, namun tanpa disadari akan meningkat dan pada akhirnya menjadi ketergantungan. Hal ini dikarenakan pola pikir remaja zaman sekarang yang pendek, tidak memikirkan bagaimana nasibnya jika ia menjadi seorang pecandu dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Saat ini saja banyak pelajar yang merokok, awalnya memang coba-coba atau jika tidak merorok tidak dianggap ‘jantan’ ini biasanya terjadi pada kaum laki-laki. Rokok juga memiliki sifat ketergantungan dan terdapat zat aditif sama halnya seperti narkoba. Dan Perokok aktif sangat berpotensi untuk mengonsumsi narkoba, oleh sebab itu rokok dan narkoba mempunyai hubungan yang berdekatan. Sangat disayangkan apabila remaja penerus bangsa mengonsumsi dua hal tersebut, terutama narkoba yang dapat menyebabkan kematian.

Sebenarnya, narkoba di dunia kesehatan dapat digunakan oleh para dokter untuk membius pasien dan juga sebagai obat penenang dengan dosis yang sudah ditentukan. Sehingga tidak menyebabkan tergantungan. Jika dosis yang digunakan berlebihan maka akan mengganggu sistem saraf pusat yaitu otak, psikis, fisik atau jiwa. Hal inilah yang harus kita waspadai untuk selalu melakukan upaya pencegahan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan remaja terjerumus ke hal-hal yang tidak baik, karena saat remaja merupakan saat usia produktif yang membutuhkan perhatian khusus, karena pada tahap ini, remaja akan mencari jati diri dan cenderung masih bersifat labil. Pola pikir kaum remaja yang kadang kala hanya bersifat instan, dan mencari yang temudah saat menghadapi sesuatu yang sulit sehingga sesuatu masalah segera selesai.

Faktor yang pertama yaitu faktor pertemanan, memang teman ada yang baik yang membawa kita ke jalan yang benar ada juga teman yang menjerumuskan kita ke jalan yang tidak baik, khusunya mengajak kita untuk mencoba hal-hal yang belum pernah kita coba, disini jika ia tidak berani untuk menolak ajakan teman yang tidak baik maka ia akan mancoba hal baru tersebut dan terus menerus akan mencobanya sehingga menjadi ketagihan.

  1. Faktor yang kedua adalah faktor keluarga. Faktor ini sangat berpengaruh dalam perilaku remaja, disini keluarga menjadi peran utama untuk membentuk karakter seseorang. Jika orang tua terlalu membebaskan sang anak, maka sang akan berperilaku sesukanya dan tidak peduli dengan sekitarnya karena tidak ada yang melarangnya atau menegurnya jika ia berbuat salah. Jadi keluarga sangat penting dalam mendidik anak agar anak tidak berperilaku menyimpang.
  2. Faktor yang ketiga adalah teknologi yang semakin canggih, disini para remaja dapat menemukan hal-hal yang baru hanya tinggal membuka layar handphone dan mulai mencoba apa yang dilihatnya.
  3. Faktor keempat adalah gaya hidup, gaya hidup remaja zaman sekarang ingin serba mewah dan mengikuti tren yang ada, tidak peduli itu berdampak buruk atau tidak, yang penting ia bisa menikmati hidup dan dianggap gaul oleh teman-temannya. Seperti pergi berkumpul bersama teman-temannya ke tempat diskotik, walaupun awalnya hanya main-main saja tetapi akan terus menerus. Seperti minum-minuman keras, lalu mencoba yang lebih baru lagi yaitu sakaw, mencoba lagi dan lagi, dan pada tahap akhirnya seorang teman memberikan narkoba secara gratis yang membuatnya ketagihan. Saat ia ingin memintanya lagi tidak boleh dan harus membeli, karena sudah kecanduan maka ia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan narkoba tersebut.
  4. Faktor kelima yaitu faktor lingkungan. Remaja yang sering melihat perilaku menyimpang di lingkungan sekitarnya maka kemungkinan terbesar remaja tersebut terpengaruh dengan apa yang dilihatnya. Disini jika seorang remaja tidak memiliki pola pikir yang panjang maka ia akan mudah terpengaruh. Tetapi jika ia berfikir sebelum bertindak maka ia akan berani menolak ajakan-ajakan yang berbau negatif.

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang maju dan taat peraturan. Dengan begitu remaja saat ini harus dapat menghindari hal-hal yang dapat merusak masa depan.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh remaja agar terhindar dari narkoba. Sebenarnya salah satu cara menanggulangi penggunaan narkoba dalam pergaulan remaja adalah dari diri kita sendiri, kita yang harus menjauhkan diri dari narkoba, kita yang harus tahu apakah narkoba itu baik atau tidak, kita juga yang harus tau narkoba itu akan merusak masa depan kita. Sehingga akan timbul kesadaran masing-masing untuk mejauhkan narkoba dari kehidupan para remaja dan menjadikan remaja terbebas dari narkoba karena tahu bahwa narkoba itu bukan hanya merusak kesehatan tetapi juga akan merusak masa depan.

Cara mencegah untuk kalangan remaja sendiri yaitu, meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghindari kebiasaan merokok dan minum-minuman keras, hati-hati dalam memilih teman dalam bergaul. Isi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif, tingkatkan prestasi serta bakat dan minat untuk mewujudkan cita-cita.

Selanjutnya, peran orang tua juga harus diperhatikan karena orang tua merupakan guru yang ada di rumah dan yang mengajarkannya sang anak mulai dari kecil hingga dewasa. Orang tua juga harus memberikan perhatian khusus kepada sang anak agar anak merasa di perhatikan dan anak merasa ada yang mengatur dalam kegiatan sehari-harinya. Berikan perhatian yang cukup baik dari segi materil, emosional, intelektual, dan sosial. Berikan nasihat, pencerahan, dan ajaran agama yang baik untuk anak.

Pahamilah dengan baik bagaimana perasaan dan gejolak remaja. Mendukung segala kegiatan remaja, selama kegiatan tersebut mempunyai pengaruh positif.Orang tua saat ini banyak yang bekerja, berangkat pagi pulang malam sehingga tidak sempat bertemu anak anaknya dan sang anak akan merasa tidak ada yang mengawasi dalam berbuat sesuatu sehingga anak akan malakukan apa yang disukainya. Orang tua harus membimbing anaknya terutama saat usia remaja dengan memberikan informasi-informasi tentang bahaya narkoba.

Saat ini banyak orang yang mengira bahwa banyak teman akan menjadi famous atau terkenal dan menjadi gaul , ya walaupun mempunyai banyak teman kita harus pintar- pintar menselektif teman, kita harus tahu mana teman yang mengajak ke jalan yang benar atau sebaliknya. Bukan berarti menselektif teman yaitu memilih-milih teman, tapi disini agar kita dapat menjaga diri dari pengaruh teman yang tidak baik.

Usia remaja juga saat mulai sering bermain, terutama bermain di malam hari. Menghindari keluyuran di malam hari adalah salah satu cara untuk menjauhi narkoba. Remaja yang terbiasa keluyuran malam sangat mudah tergoda untuk melakukan kebiasaan buruk karena mereka merasa memiliki waktu bebas tanpa ada yang mengawasi. Orang tua juga harus mengawasi dan mengatur jadwal batas keluar malam para remaja. Jika tidak, ini akan menyebabkan mereka berani mencoba hal-hal ekstrem seperti minum alkohol, berjudi, menggunakan narkoba, dan lain sebagainya.

Masa remaja adalah masa yang penuh antusiasme terhadap hal-hal yang baru biasanya dengan menyalurkan hobi yang positif misalnya dengan olahraga, melukis, menulis, dan lain sebagainya. Hal ini selain meningkatkan keterampilan, juga membatasi lingkungan pergaulan pada orang-orang yang memiliki ide dan kreasi yang positif pula. Dan orang yang tidak memiliki kesibukan lebih mudah untuk diajak melakukan hal-hal yang negatif termasuk menggunakan narkoba. Jadi sibukkanlah diri kalian dengan hal-hal yang positif yang dapat memberikan manfaat terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Remaja terhindar dari narkoba tidak cukup hanya dengan mendapat informasi tentang bahaya narkoba atau mengikuti kegiatan- kegiatan positif, tetapi kita harus membentengi diri dengan agama agar terhindar dari perbuatan tercela dan merugikan diri sendiri atau orang lain. Mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Kuasa akan menjauhkan seseorang dari perbuatan terlarang dan merugikan diri sendiri atau orang lain. Penyalahgunaan narkoba umumnya dilakukan oleh remaja yang tidak memiliki ketaatan dalam beragama dan jauh dari Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga remaja dapat dengan mudah terbawa arus kehidupan yang sesat.

Manusia adalah tempat segala kesalahan dan kekhilafan. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan satu-satunya tempat untuk kembali hanyalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selesaikan masalah agar anda dapat menjalani hidup dengan lebih tegar dan ikhalas. Yakini bahwa setiap masalah pasti ada hikmah yang dapat diambil, dan Tuhan pasti akan memberikan jalan keluarnya. Karena Sekali anda lari dari masalah, anda akan selalu menghindar dari masalah dengan cara yang buruk, salah satunya adalah dengan penyalahgunaan narkoba. Jadi jangan pernah putus asa dalam menghadapi masalah, selesaikanlah masalah tersebut dengan lapang dada.

Kesalahan terbesar semua remaja pengguna narkoba adalah mereka yang pernah mencoba. Walaupun hanya mencoba satu kali maka akan terus ingin mencobanya lagi. Karena sekali anda mencoba, anda telah menjadi pengguna dan akan kecanduan. Anda tidak akan pernah menjadi pecandu narkoba jika anda tidak pernah mencoba. Oleh karena itu jangan pernah mencoba menggunakan narkoba.

Semua remaja pasti memiliki masa depan yang cerah, ingin mempunyai cita-cita yang ingin dicapai. Bahkan orang yang sudah tua pun masih mempunyai cita-cita. Orang yang menggunakan narkoba maka akan menghancurkan masa depannya sendiri, karena tidak mungkin seorang pecandu narkoba bersekolah atau bekerja, seorang pecandu akan memiliki prilaku kriminal yang akan merusak masa depannya. Jadi remaja yang fokus pada masa depannya akan berpikir panjang jika ia akan menggunakan narkoba, sehingga para remaja jauh akan bahaya narkoba.

Pada masalah penanggulangan penggunaan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar tak sepatutnya para remaja yang disalahkan. Mari kita sama-sama intropeksi diri dan tidak menyudutkan salah satu pihak. Ibaratkan tidak ada asap jika tidak ada api yang artinya setiap masalah pasti ada penyebabnya. Untuk para remaja yaitu para generasi muda penerus bangsa, kuatkanlah hati dan perteguh iman serta isilah waktu kalian dengan hal-hal positif. Jangan jadikan masa muda kalian terbuang sia-sia. Hidup hanyalah satu kali. Wujudkanlah semua cita-cita kalian, jangan takut untuk gagal. Tunjukkanlah pada dunia bahwa kalian bisa!

HINDARI NARKOBA UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH – Sajidah Ulfah / @ 2018 UMBY

One comment

Leave a Reply to Anti radikalisme adalah gerakan anti kekerasan - Gagasan Civitas Akademika UMBY Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *